Rabu, 08 Juli 2020

Tips Dan Persiapan Sebelum Wawancara Supaya Dapat Berlangsung Baik Dan Berhasil

Tips dan Persiapan Sebelum Melakukan Wawancara Agar Dapat Berjalan Baik dan Sukses Tips dan Persiapan Sebelum Wawancara Agar Dapat Berjalan Baik dan Sukses
ilustrasi via iprice.co.id. 

Pernahkah anda menerima peran dari sekolah, kampus, atau kantor tempat bekerja untuk mewawancarai seseorang?. Ya, wawancara mampu diartikan selaku kegiatan tanya jawab antara pewawancara (yang bertindak sebagai pencari informasi) dengan pihak yang diwawancarai/narasumber (yang bertindak selaku pemberi berita) untuk menggali berita-berita penting yang dibutuhkan. 

Kesiapan diri dan mental memang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan melakukan wawancara. Namun selain keduanya, ada beberapa langkah yang perlu diamati supaya wawancara dapat berlangsung dengan baik dan lancar, antara lain yaitu menentukan topik wawancara, menentukan narasumber, menyusun daftar pertanyaan, mencatat pokok-pokok isu dari narasumber, dan menuliskan hasil wawancara. 


Menentukan Topik Wawancara dan Memilih Narasumber 

Sebelum kita melaksanakan wawancara, tentukan terlebih dulu topiknya. Setelah itu, pilih narasumbernya. Narasumber dipilih sesuai dengan topik wawancara. Sebagai contoh, kita hendak melaksanakan wawancara dengan topik perihal pembelajaran yang efektif di sekolah, maka pilihlah seorang pakar pendidikan, guru, atau praktisi pendidikan sebagai narasumbernya. 

Hubungan antara narasumber dengan topik wawancara mesti diperhatikan. Oleh karenanya, wawancarailah orang yang kaya pengetahuan, menguasai permasalahan, dan mudah diwawancarai. Jika perlu, cari info sebanyak mungkin guna menemukan narasumber yang sempurna untuk diwawancarai sesuai topik yang sudah anda tentukan. Hindari orang yang mudah ditemui untuk diwawancarai, tetapi tidak menguasai persoalan. 

Menyusun Daftar Pertanyaan dengan Memperhatikan Kelengkapan Isi 

Kegiatan menyusun daftar pertanyaan perlu anda lakukan sebelum melaksanakan wawancara. Agar pertanyaan anda mencakup kelengkapan isi yang diinginkan, gunakanlah beberapa kata tanya sebagai penggali berita dari narasumber. Kata-kata tanya tersebut misalnya mirip bagaimana, apa, atau mengapa. Ketika mewawancarai narasumber, gunakanlah kata-kata tanya tersebut dengan sempurna agar narasumber mudah memahami pertanyaan anda. Berikut ini antara lain beberapa kata tanya mampu kita gunakan untuk mewawancarai narasumber. 
  • Apa : untuk menanyakan sesuatu (benda)
  • Kapan : untuk menanyakan waktu 
  • Siapa : untuk menanyakan orang yang melaksanakan aktivitas (Subjek) atau yang menjadi objek dalam suatu peristiwa
  • Di mana : untuk menanyakan daerah
  • Bagaimana : untuk menanyakan latar belakang masalah atau kejadian yang terjadi
  • Mengapa : untuk menanyakan argumentasi mengapa suatu hal terjadi
Hal-hal lain yang mesti kita amati saat menciptakan daftar pertanyaan untuk narasumber ialah kita harus mempelajari dan mengerti apalagi dahulu latar belakang masalah (topik) secara baik.

Mencatat Pokok-Pokok Wawancara dan Menuliskannya  dalam Paragraf yang Baik

Agar anda mampu mewawancarai narasumber dan dapat mencatat pokok-pokok wawancara dengan baik, amati hal-hal berikut ini:
  • Siapa pun narasumbernya, kita mesti menghormatinya. Pewawancara harus tampil faktual, baik gaya, cara, maupun perilaku bicara. 
  • Usahakan semoga proses wawancara berjalan mirip obrolan atau "ngobrol-ngobrol biasa". Pemahaman dan penguasaan atas topik wawancara akan mengangkat harga diri pewawancara di hadapan narasumber. 
  • Berwawancaralah dengan tanya-jawab secara tanpa hambatan sesuai materi pertanyaan yang telah anda pelajari dan pahami. 
  • Ajukan pertanyaan secara masuk akal, tanpa berlarut-larut.
  • Perlu anda ingat bahwa wawancara bukan interogasi, melainkan perjuangan menerima berita sebagai bahan tulisan. Pertanyaan yang kalian usikan boleh tajam, tandas, tetapi jangan memojokkan narasumber atau terkesan menguji narasumber, apalagi menggurui.
  • Meminta narasumber untuk mengulangi jawabannya bukan hal yang bagus. Hal ini seharusnya dikesampingkan. Oleh alasannya itu, amati dengan saksama tanggapan-balasan narasumber. 
  • Tape recorder memang satu fasilitas yang dapat kita gunakan untuk menolong. Akan tetapi, jangan menggantungkan diri pada benda tersebut. Biasakan untuk mempertajam daya ingat dan kemampuan menulis cepat. 
Apabila hal-hal tersebut sudah kalian lakukan dengan baik, anda akan gampang mencatat pokok-pokok wawancara dan menuliskan hasil wawancara dalam paragraf yang bagus. 

Selain hal-hal tersebut di atas, ada beberapa hal lain yang harus diamati oleh pewawancara, adalah:
  • Ucapkanlah terima kasih sesudah wawancara final. 
  • Mohonlah maaf apabila ketika wawancara berlangsung ada hal-hal yang kurang berkenan. 
  • Memohon kesediaan narasumber untuk dihubungi kembali jikalau ada hal-hal yang perlu ditanyakan ulang.
  • Saat menuliskan hasil wawancara, hindari isu yang bersifat rahasia pribadi narasumber.


Sumber https://santossalam.blogspot.com


EmoticonEmoticon