Tampilkan postingan dengan label Tutorial PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial PHP. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2020

Tutorial Belajar PHP Part 12: Pengertian Konstanta dan Cara Penulisan Konstanta PHP

Selain  menggunakan variabel untuk menampung nilai data, dalam konsep bahasa pemograman dikenal juga istilah konstanta atau “constant”. Dalam tutorial belajar PHP kali ini kita akan mempelajari tentang Pengertian dan Cara Penulisan Konstanta dalam PHP, serta perbedaanya dari variabel.




Pengertian Konstanta PHP


Dalam bahasa pemograman, Konstanta (constant) adalah suatu lokasi penyimpanan (dalam memory) yang berisikan nilai yang sifatnya tetap dan tidak bisa diubah sepanjang program berjalan (wikipedia).


Berbeda dengan variabel yang isi/nilainya dapat diubah bahkan dihapus selama program berjalan, sebuah konstanta jika telah diberikan nilai, tidak dapat diubah lagi dalam kode program. Hal ini seseuai dengan namanya, yakni konstant.




Aturan Penulisan Konstanta PHP


1. Cara Pendefenisikan Konstanta dalam PHP


Jika variabel di dalam PHP dibuat dengan menambahkan tanda dollar, seperti: $nama. Untuk membuat konstanta PHP menyediakan 2 cara:



  1. Menggunakan kata kunci (keyword) const.

  2. Menggunakan fungsi define.


Untuk mendefenisikan konstanta dengan kata kunci const, caranya mirip dengan menambahkan nilai kepada sebuah variabel, namun didahului kata const. Berikut adalah contoh penulisannya:


   const situs = "www.duniailkom.com";
   echo situs;  // www.duniailkom.com
?>

Jika menggunakan fungsi define, fungsi ini membutuhkan 2 nilai, yakni nama konstanta, dan nilainya. Seperti contoh berikut ini:


   define("situs", "www.duniailkom.com");
   echo situs;  // www.duniailkom.com
?>

Aturan penamaan konstanta sama seperti variabel, yakni untuk karakter pertama hanya boleh menggunakan huruf dan underscore (_), dan untuk huruf kedua dan seterusnya, boleh menggunakan huruf, angka dan underscore. Sehingga sebuah konstanta juga tidak boleh diawal angka atau mengandung karakter khusus sepert #,*, atau &.


Sedikit catatan tentang perbedaan pendefenisian konstanta menggunakan kata kunci const dan fungsi define:


Pembuatan konstanta dengan keyword const hanya dapat digunakan pada top-level scope, yakni harus dalam lingkungan global PHP. Sehingga kita tidak bisa menggunakan const di dalam function, loop, atau kondisi if.


Apabila anda membutuhkan konstanta di dalam fungsi, maka harus menggunakan keyword define.




2. Konstanta PHP bersifat Case Sensitif


Sama seperti variabel, konstanta dalam PHP bersifat case sensitif, sehingga perbedaan huruf besar dan kecil dianggap berbeda. GAJI, GaJi, dan gaji merupakan 3 konstanta yang berbeda.


Walaupun kita boleh menggunakan huruf kecil dalam penulisan konstanta, kesepakatan programmer PHP menganjurkan menggunakan HURUF BESAR untuk penulisan konstanta. Tujuannya agar lebih mudah untuk membedakan dengan variabel (dimana variabel dianjurkan menggunakan huruf kecil).




3. Nilai Konstanta PHP Tidak Dapat Diubah


Jika sebuah konstanta telah didefenisikan, kita tidak bisa merubah nilai tersebut.


Contoh error konstanta:


   define("GAJI", 5000000);
echo GAJI;  echo "
"; 
define("GAJI", 50000);
?>

Jika kode program tersebut dijalankan, berikut tampilannya:


5000000
Notice: Constant GAJI already defined in
D:\xampp\htdocs\belajar\test.php on line 4



4. Konstanta hanya dapat berisi tipe data tertentu


Konstanta dalam PHP hanya dapat berisi tipe data sederhana (disebut juga jenis tipe skalar), yakni: boolean, integer, float dan string. Hal ini berbeda dengan variabel, yang dapat juga berisi tipe data turunan seperti array, objek atau resources.


   define("GAJI", 5000000);
echo GAJI;  echo "
"; 
define("GAJI_PEGAWAI", array( 1000000,1500000));
?>

Hasil contoh diatas akan menghasilkan error sebagai berikut:


5000000
Warning: Constants may only evaluate to scalar values in
D:\xampp\htdocs\belajar\test.php on line 4

Di dalam contoh diatas saya mencoba memberikan nilai array sebagai nilai dari konstanta GAJI_PEGAWAI, namun PHP mengeluarkan error yang menjelaskan bahwa konstanta hanya dapat berisi nilai dengan tipe skalar saja. Tipe skalar ini adalah boolean, integer, float dan string. Kita akan mempelajari tipe-tipe data ini dalam tutorial selanjutnya.




5. Konstanta Sistem PHP (Predefined Constant)


Sama seperti variabel, PHP juga telah membuat beberapa konstanta yang telah didefinisikan dan tidak bisa di ubah nilainya. Namun karena banyaknya modul yang dapat ditambahkan kedalam PHP, Predefined Constant dalam PHP akan bertambah tergantung modul yang ada. Namun sebagai contOh, berikut adalah Predefined Constant dalam sistem inti PHP:


PHP_VERSION, PHP_MAJOR_VERSION, PHP_MINOR_VERSION, PHP_RELEASE_VERSION, PHP_VERSION_ID, PHP_EXTRA_VERSION, PHP_ZTS, PHP_DEBUG, PHP_MAXPATHLEN, PHP_OS, PHP_SAPI, PHP_EOL, PHP_INT_MAX, PHP_INT_SIZE, DEFAULT_INCLUDE_PATH, PEAR_INSTALL_DIR, PEAR_EXTENSION_DIR, PHP_EXTENSION_DIR, PHP_PREFIX, PHP_BINDIR, PHP_BINARY, PHP_MANDIR, PHP_LIBDIR, PHP_DATADIR, __LINE__ , __FILE__ , __DIR__ , __FUNCTION__ , __CLASS__ , __TRAIT__ , __METHOD__, __NAMESPACE__,


Daftar list Predefined Constant diatas saya ambil langsung dari manual PHP di http://php.net/manual/en/reserved.constants.php. Kebanyakan dari konstanta tersebut menyimpan nilai yang dapat membantu kita dalam membuat program PHP, khususnya untuk debugging, saya akan membahasnya pada lain kesempatan.




Dalam aplikasi dunia nyata, penggunaan konstanta tidak akan sesering penggunaan variabel, namun jika anda membutuhkan sebuah variabel yang tidak bisa ditimpa nilainya, konstanta merupakan pilihan yang tepat.


Dalam tutorial Belajar PHP Dasar selanjutnya, kita akan masuk kedalam tipe data. Untuk pembahasan pertama, kita akan membahas tentang tipe data integer di dalam PHP.



Sumber wk.com

Kamis, 15 Oktober 2020

Tutorial Belajar PHP Part 13: Mengenal Tipe Data Integer dan Cara Penulisan Integer dalam PHP

Di dalam tutorial belajar PHP kali ini kita akan mempelajari tipe data integer PHP dan cara penulisan tipe data integer dalam PHP. Tipe data integer dalam PHP dapat ditulis dalam bentuk desimal, heksadesimal, oktal, dan biner.




Pengertian Tipe Data PHP


Setelah sebelumnya kita mempelajari tentang pengertian variabel dan pengertian konstanta, dalam beberapa tutorial ke depan kita akan mempelajari tipe data PHP.


Sebuah variabel atau konstanta merupakan ‘tempat‘ dari data. Di dalam bahasa pemograman (dan juga PHP), data yang diinput kedalam variabel atau konstanta akan memiliki tipe tertentu. Tipe-tipe ini nantinya menentukan bagaimana cara kita memprosesnya. Beberapa tipe data terdengar familiar, seperti tipe data angka, desimal dan text. Namun kita juga akan menemukan tipe data lain seperti boolean dan array.


Untuk tipe data pertama yang akan dibahas adalah tipe data angka bulat, atau disebut dengan tipe data Integer.




Pengertian Tipe Data Integer dalam PHP


Tipe data integer adalah tipe data yang berupa angka bulat seperti: 1, 22, dan -172. Tipe data integer umum digunakan untuk data dengan angka bulat, seperti harga barang, jumlah stock dan jumlah mahasiswa. Jika data yang kita miliki kemungkinnan akan mengandung pecahan, maka tipe data yang digunakan adalah float (akan dibahas dalam tutorial berikutnya).


Nilai integer dapat bernilai positif (+) maupun negatif (-). Jika tidak diberi tanda, maka diasumsikan nilai tersebut adalah positif.


Berikut contoh penulisan bilangan integer dalam PHP:


   $umur=21;
$harga=15000;
$rugi=-500000;

echo $umur; //21
echo "
";
echo $harga; //15000
echo "
";
echo $rugi; //-500000
?>

Untuk variabel dengan angka integer, kita bisa melakukan operasi matematis seperti penambahan, pengurangan, pembagian dan lain-lain, seperti contoh berikut ini:


   $a=14;
   $b=16;
   $c= $a + $b;
   echo $c; // 30

   $d=$a * $b;
   echo $d; // 224
?>

Karena PHP tidak memerlukan pendeklarasian variabel, maka ketika sebuah variabel berisi angka bulat, maka secara otomatis variabel tersebut di sebut sebagai variabel integer.

Jangkauan angka integer bergantung kepada kemampuan komputasi komputer, namun biasanya dimulai dari −2,147,483,648 sampai +2,147,483,647, atau 32bit. Jika terdapat menungkinan angka yang dihasilkan dari kode program kita berada diluar jangkauan ini, sebaiknya menggunakan tipe data float.


Secara teknis, jangkauan angka integer ini sama dengan jangkauan tipe data LONG pada bahasa C. Namun dikarenakan bahasa C tidak memberikan spesifikasi khusus seberapa besar jangkauan LONG, anda mungkin mendapat hasil yang berbeda.


Untuk mengetahui nilai maksimal tipe data integer pada komputer, PHP menyediakan konstanta PHP_INT_MAX. Berikut adalah hasil nilai PHP_INT_MAX yang saya jalankan:


print PHP_INT_MAX; // 2147483647
?>

Selain digunakan untuk menampung angka dengan base 10 (disebut juga angka desimal), tipe data integer digunakan juga untuk menampung angka base 16 (hexadesimal), base 8 (octal), dan base 2 (binary).


Jika anda baru mempelajari bahasa pemograman, anda boleh melewati penjelasan tentang integer base 16 (hexadesimal), base 8 (octal), dan base 2 (binary) yang akan dijelaskan dibawah ini. Karena tipe data ini tidak terlalu sering digunakan, dan mungkin akan membuat bingung jika belum pernah mempelajarinya.



Cara Penulisan Angka Hexadesimal Dalam PHP


Angka heksadesimal (atau hexadecimal) adalah angka khusus yang bilangan penyusunnya terdiri dari 16 digit, yaitu angka 0-9, dan huruf A-F. Angka heksadesimal ini biasanya digunakan untuk pemrosesan yang berkaitan dengan perhitungan komputer.


Dalam pemograman web kita akan menemukan angka ini pada penulisan kobinasi warna pada CSS. Sebagai contoh, warna merah ditulis: ff0000, biru: 0000ff, abu-abu: cccccc, dan kombinasi warna lainnya dalam CSS menggunakan angka heksadesimal.


Untuk membuat sebuah variabel berisi angka heksadesimal, kita menulis huruf “0x” (angka 0 dan huruf ‘x’) sebelum angka yang ingin diinput. Karakter “0x” menginstruksikan kepada PHP bahwa angka setelahnya adalah heksadesimal. Misalkan, angka heksadesimal 54FA ditulis dengan 0x54FA.


Berikut contoh penulisan bilangan integer heksadesimal dalam PHP:


   $angka_desimal= 31;
$angka_heksadesimal=0x1F; //1F heksadesimal = 31 desimal

echo $angka_desimal; //31
echo "
";
echo $angka_heksadesimal; //31
?>

Pada contoh diatas, variabel $angka_desimal dan $angka_heksadesimal sama-sama ditampilkan dengan nilai 31 (PHP secara tidak langsung mengkonversi nilai $angka_heksadesimal menjadi nilai desimal).




Cara Penulisan Angka Oktal Dalam PHP


Bilangan oktal adalah bilangan yang terdiri dari 8 digit, yaitu karakter 0-7. Bilangan oktal tidak terlalu sering digunakan. Untuk menuliskan bilangan oktal ke dalam variabel PHP, kita menggunakan tanda “0” (angka nol) diawal angka. Angka desimal 511 ditulis dalam bentuk oktal 777, sehingga penulisannya dalam PHP menjadi 0777.


Berikut contoh penulisan bilangan integer oktal dalam PHP:


   $angka_desimal= 511;
$angka_oktal=0777; //777 oktal = 511 desimal

echo $angka_desimal; //511
echo "
";
echo $angka_oktal; //511
?>

Jika anda perhatikan, penulisan angka dengan 0 didepan sebuah angka sering kita tulis dalam fungsi matematika atau catatan sehari-hari. Namun, karena fungsinya sebagai penanda bilangan oktal, sedapat mungkin hindari kebiasaan menambahkan angka 0 di depan nilai desimal di dalam PHP. Jika yang dimaksud adalah supaya tampilan angka menjadi cantik, misalkan untuk pengurutan nomor : 01, 02, 03.. dst. PHP menyediakan fungsi khusus untuk keperluan ini.



Cara Penulisan Angka Biner Dalam PHP


Bilangan biner (atau binary) adalah bilangan yang terdiri dari 2 digit saja, yaitu 0 dan 1. Prinsip bilangan biner inilah yang mendasari perhitungan komputer. Bilangan biner kadang disebut juga dengan bilangan logika, yakni logika benar (ditandai dengan angka 1), dan logika salah (ditandai dengan angka 0).


Di dalam PHP, angka integer biner ditulis dengan awalan 0b (angka nol, dan huruf b). Nilai desimal 222, dalam notasi biner biner ditulis 11011110, sehingga untuk menyimpannya dalam variabel PHP ditulis menjadi 0b11011110.


Berikut contoh penulisan bilangan integer biner dalam PHP:


   $angka_desimal= 222;
$angka_biner=0b11011110; //11011110 biner = 222 desimal

echo $angka_desimal; //222
echo "
";
echo $angka_biner; //222
?>



Tipe data integer adalah tipe data penting dalam pemograman. Dalam tutorial kali ini kita telah mempelajari cara penulisan bilangan integer dalam PHP dengan penulisan untuk karakter desimal, heksadesimal, oktal, dan biner.


Selain tipe data Integer, dalam PHP masih terdapat tipe angka lainnya, yaitu tipe data Floating Point atau Float. Dalam tutorial belajar PHP selanjutnya kita akan mempelajari tipe data Float dan Cara Penulisan tipe data Float dalam PHP.



Sumber wk.com

Rabu, 14 Oktober 2020

Tutorial Belajar PHP Part 14: Mengenal Tipe Data Float dan Cara Penulisan Float dalam PHP

Jika sebelumnya kita telah mempelajari tentang tipe data Integer dalam PHP, kali ini kita akan membahas tipe data Float, dan cara penulisan tipe data float dalam PHP.




Pengertian Tipe Data Float dalam PHP


Tipe data float (disebut juga tipe data floating point, atau real number) adalah tipe data angka yang memiliki bagian desimal di akhir angka, atau memiliki floating point (floating point adalah istilah dalam bahasa inggris untuk menyebut tanda “titik” yang menandakan bilangan desimal). Contoh angka float adalah seperti: 0,9 atau 3,14.


Tipe data float cocok digunakan untuk variabel yang akan berisi angka pecahan, seperti nilai IPK, hasil pembagian, atau hasil komputasi numerik yang angkanya tidak bisa ditampung oleh data integer.


Sama seperti tipe data integer, jangkauan angka float bergantung kepada komputasi prosessor yang digunakan, walaupun pada umumnya berupa angka mulai dari 1.7 x 10^-308 sampai dengan 1.7^+308 dengan 15 digit keakuratan. Anda tidak perlu khawatir dengan limit angka float ini, karena selain untuk membuat aplikasi matematis tingkat tinggi, kita tidak akan menggunakan angka float sampai 15 digit.


Dikarenakan perbedaan cara penulisan bilangan float di Eropa dan Amerika dengan Indonesia (sama dengan bahasa pemograman lain pada umumnya), didalam PHP penulisan nilai desimal ditandai dengan tanda “titik”, bukan “koma” seperti yang biasa kita gunakan sehari hari. Nilai 0,87 harus ditulis menjadi 0.87. PHP akan menampilkan pesan error jika sebuah nilai ditulis dengan angka 0,87.



Cara Penulisan Tipe Data Float dalam PHP


PHP mendukung 2 cara penulisan tipe data float, yang pertama yaitu penulisan desimal sehari-hari, seperti 0.17 atau 9.47 dan yang kedua berupa penulisan format scientific notation, seperti 0.314E1, atau  12.0E-3.


Penggunaan scientific notation digunakan untuk menyederhanakan penulisan, 0.314E1 adalah sama dengan 0.314*10^1 atau 3.14, dan 12.0E-3 sama dengan 12.0*10^(-3), atau 0.012.


Berikut contoh penulisan bilangan float dalam PHP:


   $angka_float1= 0.78;
$angka_float2= 14.99;
$angka_scientific1=0.314E1;
$angka_scientific2=0.3365E-3;

echo $angka_float1; // 0.78
echo "
";
echo $angka_float2; //14.99
echo "
";
echo $angka_scientific1; //3.14
echo "
";
echo $angka_scientific2; //0.0003365
?>

Sama seperti tipe data integer, variabel dengan tipe data float juga dapat melakukan operasi numerik seperti penambahan, pembagian, perkalian, dan lain-lain. Berikut adalah contoh operasi matematis dengan tipe data float:


   $a=10.66;
   $b=12.4;
   $c= $a + $b;
   echo $c; // 23.06

   $d=$a / $b;
   echo $d; // 0.85967741935484
?>

Penjelasan lanjutan tentang operasi matematis, akan kita bahas dalam tutorial khusus tentang operator matematis dalam PHP.




Dalam tutorial belajar PHP ini, kita telah mempelajari tipe data float, atau disebut juga tipe data floating point atau real number.  Selanjutnya kita akan membahas tentang Tipe Data String dan Cara Penulisan String dalam PHP.



Sumber wk.com

Tutorial Belajar PHP Part 15: Mengenal Tipe Data String dan Cara Penulisan String dalam PHP

Setelah dalam tutorial PHP sebelumnya kita telah mempelajari 2 tipe data angka, yakni tipe data integer dan tipe data float, dalam tutorial kali ini kita akan membahas tipe data string, dan cara penulisannya.




Pengertian Tipe Data String dalam PHP


Tipe data string adalah tipe data yang berisi text, kalimat, atau kumpulan karakter. Sebagai contoh, “a”, “saya sedang belajar PHP” atau “tUT0r1al pHp?!” semuanya adalah string.


Tipe data string mungkin adalah tipe data yang paling sering digunakan, dan memiliki banyak fitur yang disediakan PHP. Karakter yang didukung saat ini adalah 256 karakter ASCII. List karakter ASCII tersebut dapat dilihat di http://www.ascii-code.com.




Cara Penulisan Tipe Data String dalam PHP


PHP menyediakan 4 cara penulisan tipe data string, yakni Single Quoted, Double Quoted, Heredoc, dan Nowdoc. Kita akan mempelajarinya lebih dalam dalam tutorial ini.




1. Penulisan Tipe Data String dengan Single Quoted


Penulisan tipe data string menggunakan single quoted atau tanda petik satu (karakter ) merupakan cara penulisan string yang paling sederhana. Kita tinggal membuat sebuah kata atau kalimat, dan menambahkan tanda petik satu di awal dan akhir kalimat.


Untuk string yang didalamnya juga terdapat tanda petik satu, kita harus mendahuluinya dengan karakter backslash (\) agar tidak dianggap sebagai penutup string. Dan jika di dalam string anda ingin menulis tanda backslash, kita harus menulisnya dengan 2 kali (\\).


Berikut adalah contoh penulisan tipe data string menggunakan metode single quoted:


$string1='Ini adalah string sederhana';

$string2='Ini adalah string
yang bisa memiliki beberapa
baris';

$string3='Dia berkata: "I\'ll be back"';

$string4='Anda telah berhasil menghapus C:\\xampp\\htdoc';

$string5='Kalimat ini tidak akan pindah ke: \n baris baru';

$string6='Variabel juga tidak otomatis ditampilkan $string1 dan $string3';

echo $string1; echo "
";
echo $string2; echo "
";
echo $string3; echo "
";
echo $string4; echo "
";
echo $string5; echo "
";
echo $string6;
?>

Jika contoh tersebut dijalankan, berikut tampilannya di browser:


Contoh Penulisan Tipe Data String Dengan motode single quoted


Pada contoh diatas, saya membuat beberapa karakter khusus seperti , \n, dan variabel yang dimulai dengan tanda dollar ($). Ketiga karakter khusus ini ditampilkan secara karakter aslinya ke dalam browser.




2. Penulisan Tipe Data String dengan Double Quoted


Cara kedua dalam penulisan tipe data string dalam PHP adalah dengan menggunakan Double Quoted atau tanda petik dua (karakter ). Walaupun seperti tidak ada perbedaan dengan menggunakan single quote, hasil yang di dapat akan sangat berbeda.


Dengan double quoted, PHP akan memproses karakter-karakter khusus seperti carriage return (\n), dan karakter tab (\t) dan juga memproses setiap variabel (yang ditandai dengan tanda $ didepan kata).


Di karenakan metode double quoted melakukan pemrosesan terlebih dahulu, maka untuk menampilkan karakter khusus seperti tanda petik (karakter ), tanda dollar (karakter $) dan tanda-tanda khusus lainnya, kita harus menggunakan backslash (karakter \). Berikut adalah tabel karakter khusus untuk  double quoted string:















































Cara Penulisan StringKarakter Yang Ditampilkan
\"Karakter Tanda petik dua
\nKarakter Newline
\rKarakter Carriage return
\tKarakter Tab
\\Karakter Backslash
\$Karakter Dollar Sign
\{Karakter Pembuka Kurung Kurawal
\}Karakter Penutup Kurung Kurawal
\[Karakter Pembuka Kurung Siku
\]Karakter Penutup Kurung Kurawal
\0 sampai \777Karakter ASCII menggunakan nilai oktal
\x0 sampai \xFFKarakter ASCII menggunakan nilai heksadesimal


Sebagai contoh penggunaan double quoted string, saya akan menggunakan contoh yang sama dengan single quoted string, agar dapat dilihat perbedaannya:


$string1="Ini adalah string sederhana";

$string2="Ini adalah string
yang bisa memiliki beberapa
baris";

$string3="Dia berkata: \"I'll be back\"";

$string4="Anda telah berhasil menghapus C:\\xampp\\htdoc";

$string5="Kalimat ini akan akan pindah ke: \n baris baru";

$string6="Variabel akan otomatis ditampilkan: $string1 dan $string3";

echo $string1; echo "
";
echo $string2; echo "
";
echo $string3; echo "
";
echo $string4; echo "
";
echo $string5; echo "
";
echo $string6;
?>

Dan hasil kode PHP tersebut adalah:


Contoh Penulisan Tipe Data String Dengan motode double quoted


Perhatikan perbedaannya pada hasil $string3, $string5 dan $string6.


Pada $string3, kita harus mem-blackslash tanda petik dua karena itu merupakan karakter khusus dalam double quoted string.


Pada $string5, tanda \n yang merupakan karakter khusus untuk baris baru, tapi karena kita menampilkannya di browser, karakter ini tidak akan terlihat, tetapi jika kita menulis hasil string ini kedalam sebuah file text, kalimat tersebut akan terdiri dari 2 baris.


Pada $string6, terlihat bahwa string dengan petik dua akan memproses variabel $string1 dan $string3 sehingga tampil hasilnya di web browser. Fitur ini akan sangat bermanfaat jika kita sering menampilkan variabel didalam sebuah string.




3. Penulisan Tipe Data String Dengan Heredoc


Cara penulisan tipe data string yang ketiga yaitu dengan fitur PHP yang disebut heredoc. Fitur ini digunakan untuk membuat tipe data string yang dapat berisi beberapa baris kalimat. Dibandingkan dengan menggunakan single quote dan double quote, pembuatan string dengan heredoc tidak terlalu sering digunakan.


Agar lebih jelas, berikut adalah contoh penulisan tipe data string dengan heredoc:


$IPK=3.9;
$string1 = <<Saya sedang belajar PHP
di duniailkom.com

Kali ini tentang pembahasan
mengenai "PHP",
dan berharap
bisa dapat IPK $IPK :)
end;

echo $string1;
?>

Contoh Penulisan Tipe Data String Dengan motode heredocMari kita bahas tentang cara penulisan Heredoc.


Seperti yang terlihat dari contoh diatas, fitur Heredoc ditandai dengan tanda “<<<” untuk memulai string, lalu diikuti dengan karakter penanda akhir string. Dari contoh tersebut kata “end” pada awal string adalah penanda akhir string. Anda bebas mengganti kata “end” dengan kata atau karakter lain, sepanjang kata tersebut bisa dijamin tidak akan muncul didalam string.


Setelah karakter penanda string, baris pertama setelahnya adalah awal dari string. String ini dapat mencakup beberapa baris, sampai ditemukan karakter penanda akhis string yang kita definisikan di awal (yaitu kata “end”). Setelah ditemukan karakter penanda akhir string, maka pendefenisian string berakhir.


Perhatikan juga bahwa di dalam kalimat diatas, saya menggunakan karakter \n dan variabel $IPK. Seluruh karakter ini diproses oleh PHP, sehingga mirip dengan fitur double quoted string.


Penting untuk diperhatikan bahwa setelah tanda penututup heredoc (di dalam contoh diatas adalah kata ‘end‘) dan tanda titik koma “;” , tidak boleh ada spasi atau karakter apapun. Jika anda menuliskan seperti berikut ini:


end ;

PHP akan mengeluarkan error: Parse error: syntax error, unexpected end of file.




4. Penulisan Tipe Data String Dengan Nowdoc


Cara penulisan tipe data keempat dalam PHP yaitu dengan fitur Nowdoc. Fitur ini hampir sama dengan Heredoc, namun dengan pengecualian: karakter khusus dan variabel tidak akan diproses oleh PHP, atau mirip dengan single quoted string.


Berikut adalah contoh penulisan tipe data string menggunakan metode Nowdoc:


$IPK=3.9;
$string1 = <<< 'selesai'
Saya sedang belajar PHP
di \n duniailkom.com

Kali ini tentang pembahasan
mengenai "PHP",
dan berharap
bisa dapat IPK $IPK :)
selesai;

echo $string1;
?>

Contoh Penulisan Tipe Data String Dengan motode nowdocJika dilihat sekilas, tidak ada perbedaan cara penulisan metode nowdoc dengan heredoc, namun perhatikan karakter penanda akhir string. Kali ini saya menggunakan karakter ‘selesai’ sebagai penanda akhir string. Dan yang membedakannya dengan heredoc adalah, nowdoc menambahkan single quoted untuk karakter penanda akhir string. Saya menulis ‘selesai’ (dengan tanda kutip satu) untuk mengawali string.


Dari tampilan yang dihasilkan, nowdoc memproses string sama dengan single quoted string, dimana karakter khusus dan variabel tidak diproses sama sekali, sehingga dalam tampilan akhir anda dapat melihat tanda \n dan variabel $IPK ditulis sebagai string.




Dalam tutorial belajar PHP kali ini kita telah membahas 4 cara penulisan dan pendefenisian tipe data string, yaitu dengan single quoted, double quoted, heredoc, dan nowdoc. Metode penulisan string dengan heredoc dan nowdoc mungkin tidak akan sering anda jumpai.


PHP juga menyediakan banyak fitur dan fungsi untuk manipulasi string, salah satunya adalah operasi yang bisa dilakukan dengan string. Kita akan membahasnya pada Pengertian dan Jenis-jenis Operator String dalam PHP. Tetapi, jika anda ingin melanjutkan tutorial tentang tipe data, selanjutnya kita akan membahas tipe data Boolean dalam PHP.



Sumber wk.com

Selasa, 13 Oktober 2020

Tutorial Belajar PHP Part 16: Mengenal Tipe Data Boolean dan Cara Penulisan Boolean dalam PHP

Pada tutorial belajar PHP kali ini kita akan membahas tentang pengertian tipe data boolean, dan cara penulisan tipe data boolean dalam PHP.




Pengertian Tipe Data Boolean PHP


Tipe data boolean adalah tipe data paling sederhana dalam PHP dan juga dalam bahasa pemograman lainnya. Tipe data ini hanya memiliki 2 nilai, yaitu true (benar) dan false (salah).


Tipe data boolean biasanya digunakan dalam operasi logika seperti kondisi if, dan perulangan (looping). Untuk penggunaan tipe data boolean akan kita pelajari pada waktu membahas tentang struktur pemograman PHP.




Cara Penulisan Boolean dalam PHP


Penulisan boolean cukup sederhana, karena hanya memiliki 2 nilai, yakni true atau false. Penulisan true atau false ini bersifat non-case sensitif, sehingga bisa ditulis sebagai true, True atau TRUE.


Berikut adalah contoh penulisan tipe data boolean:


$benar=true;
$salah=false;

echo "benar = $benar, salah = $salah";
// hasil output: benar = 1, salah =
?>

Jika anda menjalankan contoh kode PHP diatas, variabel $benar akan ditampilkan dengan angka 1, sedangkan variabel $false ditampilkan dengan string kosong (tanpa output). Hal ini karena jika ditampilkan menggunakan echo, tipe data boolean “dipaksa” berganti dengan tipe data string. (Lebih lanjut tentang konversi antar tipe data akan kita dalam Tutorial PHP: Cara Mengubah Tipe Data PHP.




Konversi Tipe Data Lain Menjadi Boolean


Karena PHP adalah loosely tiped language, atau bahasa pemograman yang tidak bertipe,sebuah variabel dapat di konversi menjadi tipe data lainnya.


Berikut adalah aturan tipe data boolean jika dikonversi dari tipe data lainnya:



  • Integer 0, dianggap sebagai false.

  • Float 0.0, dianggap sebagai false.

  • String kosong (“”) dan string “0” dianggap sebagai false.

  • Array tanpa elemen, dianggap sebagai false.

  • Objek dengan tanpa nilai dan fungsi, dianggap sebagai false.

  • Nilai null, dianggap sebagai false.


Selain 6 kondisi diatas, sebuah variabel akan dikonversi menjadi true.


Berikut adalah contoh variabel dan nilai konversinya dalam boolean:


   $x = FALSE; // false
$x = ""; // false
$x = " "; // true
$x = 1; // true
$x = -2; // true
$x = "belajar"; // true
$x = 3.14; // true
$x = array(); // false
$x = array(12); // true
$x = "false"; // true
?>

Perhatikan beberapa konversi diatas, string “” (string kosong) dianggap sebagai false, namun string “ “ (string dengan karakter spasi) adalah true. Juga string “0” dianggap false, namun string “false” dianggap true.


Kesalahan dalam kode program sering terjadi karena “konversi” dari tipe data lain menjadi boolean, sehingga sedapat mungkin kita membuat variabel boolean dengan nilai yang pasti dan tidak bargantung kepada aturan “konversi” booelan dari PHP.




Dalam tutorial kali ini, kita telah membahas tentang tipe data boolean PHP serta hasil boolean dari konversi tipe data lain. Tipe data boolean ini akan banyak digunakan dalam operasi logika seperti if.


Dalam sesi tutorial selanjutnya, kita akan membahas Tipe Data Array dan Cara Penulisan Array dalam PHP.



Sumber wk.com

Tutorial Belajar PHP Part 17: Mengenal Tipe Data Array dan Cara Penulisan Array dalam PHP

Pada tutorial belajar PHP kali ini kita akan membahas tentang tipe data bentukan: Array, serta cara penulisan array dalam PHP. Namun pada kesempatan ini saya hanya membahas sekilas tentang array, karena PHP sendiri memiliki banyak fitur dan fungsi yang dapat digunakan untuk pemrosesan array. Pembahasan yang lebih lengkap akan saya bahas pada tutorial lainnya.




Pengertian Tipe Data Array


Array (atau larik dalam bahasa indonesia) bukanlah tipe data dasar seperti integer atau boolen, Array adalah sebuah tipe data bentukan yang terdiri dari kumpulan tipe data lainnya. Menggunakan array akan memudahkan dalam membuat kelompok data, serta menghemat penulisan dan penggunaan variabel.


Misalkan kita butuh untuk menyimpan 10 nama mahasiswa, maka kode PHPnya jika tanpa menggunakan array adalah sebagai berikut:


   $nama0="Andri";
$nama1="Joko";
$nama2="Sukma";
$nama3="Rina";
$nama4="Sari";
//... dst sampai $nama10
?>

Kode PHP seperti diatas tidak salah, tetapi kurang efektif karena kita membuat 10 variabel untuk 10 nama. Bagaimana jika kita butuh 100 nama? maka akan dibutuhkan 100 variabel $nama.


Pembuatan kode program diatas akan lebih rapi jika ditulis kedalam bentuk array, karena kita hanya membutuhkan 1 buah variabel saja untuk menampung banyak nilai. Berikut adalah contoh penggunaan array:


$nama = array (
         0=>"Andri",
         1=>"Joko",
         2=>"Sukma",
         3=>"Rina",
         4=>"Sari",)
//... dst sampai 10
?>



Cara Penulisan Array dalam PHP


PHP mendukung beberapa cara penulisan array, salah satunya dengan menggunakan konstruktor array PHP (array language construct) sebagai berikut:


$nama_variabel = array(
key  => value,
key2 => value2,
key3 => value3,
...
)

Komponen array terdiri dari pasangan kunci (key) dan nilai (value). Key adalah penunjuk posisi dimana value disimpan. Perhatikan juga bahwa PHP menggunakan tanda panah (=>) untuk memberikan nilai kepada key.


Dalam mengakses nilai dari array, kita menggunakan kombinasi $nama_variabel dan nilai key-nya, dengan penulisan sebagai berikut:


$nama_variabel[key];

Berikut adalah contoh pengaksesan array dalam PHP:


//pembuatan array
$nama = array(
        1=>"Andri",
        2=>"Joko",
        3=>"Sukma",
        4=>"Rina",
        5=>"Sari");

//cara akses array
echo $nama[1]; //Andri
echo "
";
echo $nama[2]; //Joko
echo "
";
echo $nama[3]; //Sukma
?>

Dalam contoh diatas, saya menggunakan angka integer sebagai key (1,2,3…) dan string sebagai value (Andri, Joko, Sukma, …).


Selain mendefenisikan key secara langsung, PHP juga memperbolehkan penulisan array tanpa key, dan key itu secara otomatis akan diurutkan dari nilai 0, 1, 2, dst.


Berikut adalah contoh pendefenisian array tanpa key:


// pembuatan array
$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari");

// pengaksesan array
echo $nama[1]; //Joko
echo "
";
echo $nama[2]; //Sukma
echo "
";
echo $nama[3]; //Rina
?>

Perhatikan bahwa sekarang, index atau key dari array dimulai dari angka 0, bukan 1. sehingga $nama[1] berisi Joko. nama Andri berada di $nama[0]. Dalam penggunaan array di dalam PHP, konsep “key” array dimulai dari angka 0 ini sangat penting untuk dipahami


Selain menggunakan angka, key dalam PHP dapat berisi string atau boolean. Sedangkan untuk value dapat menyimpan berbagai tipe data seperti integer, float, string, boolan, bahkan array lainnya. Array seperti ini disebut juga dengan istilah “associate array“.


Berikut contoh penggunaan array dengan kombinasi tipe data.


// pembuatan array
$coba = array (
    2=>"Andri",
    "dua"=>"2",
    'tiga'=>3,
    true=>true,
    9=>"sembilan",);

// pengaksesan array
echo $coba[2]; //Andri
echo "
";
echo $coba["dua"]; //2
echo "
";
echo $coba['tiga']; //3
echo "
";
echo $coba[true]; //1 (true di konversi menjadi 1)
echo "
";
echo $coba[9]; // sembilan
?>

Dari contoh diatas, saya membuat array $coba dengan menggunakan berbagai tipe data untuk key dan value, yaitu dengan tipe data integer, string, dan boolean. Namun jika key di defenisikan dengan tipe data boolean seperti pada baris ke-6, maka secara otomatis PHP akan mengkonversinya menjadi 1.


Update…


Untuk PHP versi 5.4.x keatas, PHP menyediakan cara yang lebih singkat dalam pembuatan array, atau disebut dengan ‘short syntax array‘. Berikut contoh penggunaannya:


   // pembuatan array
   $nama = ["Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"];

   // pengaksesan array
   echo $nama[1]; //Joko
   echo "
";
   echo $nama[2]; //Sukma
   echo "
";
   echo $nama[3]; //Rina
?>

Perhatikan bahwa kita tidak perlu membuat keyword ‘array‘, tapi langsung membuat tanda kurung siku. Dan, seperti biasa, index key array dimulai dari 0. Sehingga pemanggilan $nama[1] menghasilkan “Joko”, bukan “Andri”.




Dalam tutorial kali ini kita telah membahas cara pembuatan Mengenal Tipe Data Array dan Cara Penulisan Array dalam PHP. Array merupakan sebuah tipe data yang sangat berguna dalam pembuatan program nantinya (terutama untuk menampilkan hasil dari database) dan PHP menyediakan banyak fungsi untuk mendukung pemrosesan array, hal ini akan kita bahas dalam pembahasan tentang array dalam tutorial lanjutan.


Dalam sesi tutorial selanjutnya, kita akan membahas operator-operator yang dapat digunakan untuk memproses 4 tipe dasar PHP, dan juga array.



Sumber wk.com

Senin, 12 Oktober 2020

Tutorial Belajar PHP Part 18: Pengertian Operand, Operator dan Urutan Operator dalam PHP

Dalam tutorial PHP sebelumnya, kita telah mempelajari 4 tipe data dasar dalam PHP, yaitu Integer, Float, String dan Boolean, serta 1 tipe data bentukan: Array. Dalam beberapa tutorial kedepan, saya akan membahas operasi-operasi yang bisa dilakukan dengan kelima tipe data dasar PHP ini.


Sebagai permulaan, kali ini saya akan mulai dengan membahas pengertian operand, operator dan urutan operator di dalam PHP.




Pengertian Operand dan Operator


Dalam bahasa pemograman, terdapat istilah operand dan operator. Operand adalah nilai asal yang digunakan didalam proses operasi, sedangkan operator adalah instruksi yang diberikan untuk mendapatkan hasil dari proses tersebut.


Contohnya, operasi: 5+2. Angka 5 dan 2 adalah operand, sedangkan tanda tambah (karakter +) adalah operator. Beberapa operator bisa mengubah nilai dari operandnya sendiri, walaupun kebanyakan hanya sebagai penghubung antar operand. Operator di dalam PHP banyak meminjam contoh karakter dari bahasa C dan Perl.




Jenis Operator Berdasarkan Jumlah Operand


Berdasarkan jumlah operand, operator dapat dibedakan menjadi 3, yaitu Operator Unary, Binary dan Ternary.



  • Operator unary adalah operator yang hanya memiliki 1 operand, contohnya karakter – (tanda minus). Tanda minus digunakan membuat sebuah angka menjadi negatif, contohnya: -5, atau karakter + untuk menegaskan nilai positif, contohnya: +5.

  • Operator binary adalah operator yang memiliki 2 operand. Operator jenis ini adalah yang paling banyak digunakan, misalkan 5×2, atau 10/3.

  • Operator Ternary adalah operator yang memiliki 3 operand. Didalam PHP hanya dikenal 1 operator ternary, yaitu operator kondisi (? :). Kita akan mempelajari operator ini dalam tutorial selanjutnya.




Urutan Prioritas Operator dalam PHP


Sama seperti membuat persamaan dalam matematika, operator dalam PHP juga memiliki urutan pemrosesan tersendiri. Misalkan terdapat kode program sebagai berikut:


$hasil1 = $a + $b/$c - $d;

$hasil2 = $a AND $b || $c AND $d;

Program tersebut akan dieksekusi oleh PHP dengan melihat urutan prioritasnya. Urutan prioritas ini menetapkan seberapa “dekatoperator dengan kedua operand-nya. Sebagai contoh, 2+3*5 hasilnya adalah 17, bukan 25.  Hal ini karena operator perkalian (*) memiliki prioritas lebih tinggi daripada operator penambahan (+).


Namun urutan prioritas ini dapat “dipaksa” dengan menggunakan tanda kurung, jika anda ingin menjumlahkan 2 dan 3 terlebih dahulu, maka operasi sebelumnya bisa ditulis menjadi  (2+3)*5 yang hasilnya adalah 25.


Berikut adalah tabel urutan prioritas operator dalam PHP. Operator paling atas lebih diprioritaskan dari pada operator dibawahnya, dan operator yang berada dalam baris yang sama memiliki urutan prioritas yang sama.


Tabel urutan prioritas operator dalam PHP


Dari tabel diatas, terdapat beberapa operator yang berada dalam 1 baris. Bagaimana PHP memproses operator-operator yang memiliki urutan prioritas sama? Di dalam PHP, operator tersebut akan diproses berdasarkan kolom arah proses.


Kolom arah proses (atau dalam manual PHP disebut dengan Associativity) digunakan untuk melihat bagaimana arah proses operator dijalankan.


Misalkan operator kurang (-), di dalam tabel dapat dilihat bahwa operator kurang (-) memiliki arah proses “kiri”, sehingga operasi 5 – 3 – 1 oleh PHP diproses dari kiri ke kanan. 5 – 3 – 1 diproses menjadi (5 – 3) – 1, dan hasilnya adalah 1.


Namun di dalam tabel, operator “=” memiliki arah proses “kanan”, sehingga $a = $b = $c, akan diproses dari kanan terlebih dahulu, menjadi $a = ($b = $c).


Jika arah proses tersebut “non-arah”, berarti operator itu tidak bisa digunakan secara berdampingan. Misalkan 4 < 6 > 2, tidak dapat diproses oleh PHP, namun 1 <= 1 == 1 bisa diproses karena operator == memiliki urutan prioritas lebih rendah daripada <=.


Selain untuk memaksakan urutan prioritas, penggunaan tanda kurung juga akan memudahkan pembacaan program, bahkan ketika tidak diperlukan. Misalkan $a AND $b OR $c, akan lebih mudah dimengerti ketika ditulis menjadi ($a AND $b) OR $c, walaupun sebenarnya operator AND memiliki urutan prioritas lebih tinggi daripada OR.




Didalam tutorial PHP selanjutnya, kita akan membahas operator-operator didalam tabel diatas secara satu persatu beserta contoh penggunaannya.



Sumber wk.com