Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2020

10 Konsep Geografi dan Contohnya


Geografi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang membahas tentang lokasi, termasuk persamaan dan perbedaan keruangan atas fenomena fisik, hingga manusia di atas permukaan bumi.





Pada umumnya, objek studi geografi meliputi segala fenomena yang terjadi di bumi. Jadi ilmu geografi meliputi studi tentang permukaan bumi, flora dan fauna, iklim, hingga kependudukan.





Selain itu, ilmu Geografi juga mempelajari tentang hubungan manusia dengan lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.





Secara umum, aspek geografi dibedakan menjadi dua yakni aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik lebih membahas mengenai makhluk hidup, lingkungan dan wilayah. Sementara aspek sosial meliputi fenomena geosfer yang berkaitan dengan kehidupan manusia.






10 Konsep Geografi dan Contohnya





Ada beberapa konsep pembelajaran dalam Ilmu geografi. Apa saja konsep konsep geografis?





Berikut kami jabarkan penjelasan tentang 10 konsep geografi lengkap dengan contoh dan penjelasannya.





Indonesia Map




1. Lokasi





Lokasi atau letak ialah suatu tempat atau posisi daerah yang memiliki keterkaitan suatu objek di muka bumi. Konsep lokasi terbagi menjadi 2, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.





Lokasi Absolut





Lokasi absolut ialah letak suatu daerah berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Lokasi absolut bersifat statis dan tidak berubah karena berpedoman pada garis astronomi bumi.





Perbedaan lokasi berdasarkan garis astronomis ini menyebabkan perbedaan iklim (garis lintang) dan perbedaan waktu (garis bujur).





Contoh: Indonesia terletak antara 6°LU-11°LS, dan 95°BT-141°BT.





Lokasi Relatif





Lokasi relatif ialah letak atau posisi yang ditentukan berdasarkan daerah yang berada di sekitarnya. Lokasi relatif dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada di sekitarnya.





Keberadaan lokasi relatif lebih banyak kajiannya dalam geografi dan biasa dikenal dengan letak geografis.





Contoh: Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan Australia serta diapit oleh samudera Hindia dan Pasifik.





2. Jarak





Jarak merupakan salah satu konsep dasar geografi. Konsep jarak dibagi mennadi 2, yaitu jarak absolut/mutlak dan jarak relatif.





Jarak Absolut / mutlak





Jarak absolut atau mutlak adalah jarak geometrik yang dinyatakan dalam satuan panjang meter (m) atau kilometer (km). Konsep jarak absolut bersifat tetap dan tidak bisa diubah-ubah.





Contoh: jarak Surabaya ke Jakarta adalah 790 kilometer.





Jarak Relatif





Jarak relatif adalah jarak yang diukur dengan satuan waktu, misalnya hari, jam, menit, detik. Ruang antara 2 titik diukur berdasarkan waktu tempuhnya dan bisa berbeda-beda tergantung kondisi tertentu.





Contoh: perjalanan dari Surabaya ke Jakarta hanya menghabiskan waktu sekitar 1 jam jika menggunakan pesawat. Namun jika menggunakan kereta api, bisa menghabiskan 10 jam sampai 15 jam.





3. Keterjangkauan





Konsep Keterjangkauan membahas tentang kemudahan akses jarak tempuh menuju suatu titik. Dalam kata lain, keterjangkauan adalah jarak yang mampu dicapai secara maksimal dari satu wilayah ke wilayah lain.





Konsep keterjangkauan juga meliputi sarana dan prasarana penunjang yang ada.





Contoh: Pada jaman dulu perjalanan dari pulau jawa ke kalimantan harus menggunakan kapal. Namun saat ini, perjalanan antar pulau tersebut bisa dilakukan lebih cepat menggunakan pesawat.





4. Pola (pattern)





Pola adalah bentuk, struktur, dan persebaran peristiwa atau fenomena di permukaan bumi baik yang disebabkan gejala alam maupun gejala sosial.





Pola juga dapat didefinisikan sebagai tatanan geometris yang beraturan sebagai bentuk interaksi manusia dengan lingkungannya.





Contoh: pembangunan perumahan di sepanjang aliran sungai atau jalan raya.





5. Geomorfologi





Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Konsep ini meliputi struktur luar yang menyusun bentuk morfologi pada permukaan bumi misalnya pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dsb.





Contoh: Bandung terletak di dataran tinggi sedangkan Surabaya terletak di dataran rendah





6. Aglomerasi





Aglomerasi adalah proses pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia menjadi struktur.





Contoh: pasar malam khusus pada hari rabu dan pasar minggu khusus pada hari minggu siang.





7. Nilai Kegunaan





Nilai kegunaan adalah manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di permukaan bumi pada makhluk hidup. Nilai kegunaan tidak sama bagi semua orang, namun berpotensi menunjang perkembangan suatu wilayah.





Contoh: daerah pantai bisa sebagai tempat perikanan, sedangkan kawasan dataran tinggi untuk tanah perkebunan.





8. Interaksi/Interpendensi





Interaksi atau interpendensi merupakan fenomena hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya untuk saling memenuhi kebutuhannya.





Contoh: pedesaan menghasilkan beras yang didistribusikan ke perkotaan.





9. Diferensiasi Areal





Diferensiasi areal adalah proses yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain. Konsep ini membandingkan antara 2 wilayah untuk mengamati perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain yang disebabkan karakteristik yang unik.





Contoh: perikanan di wilayah pantai dan perkebunan di wilayah pegunungan.





10. Keterkaitan Ruang





Keterkaitan Ruang adalah hubungan antara suatu proses dengan proses lainnya yang memiliki keterkaitan ruang atau wilayah, sehingga menyebabkan terjadinya peristiwa sebab-akibat antar wilayah.





Contoh: kebakaran hutan di Palanka Raya mengakibatkan polusi udara di Banjarmasin karena letaknya berdekatan.





Demikian pembahasan tentang konsepilmu geografi beserta contoh dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Pendekatan Geografi



Sumber gini.com

Kamis, 03 Desember 2020

Pendekatan Geografi: Pengertian, Tipe, dan Contohnya


Geografi adalah bidang ilmu yang mempelajari gejala alam dan fenomena geosfer di permukaan bumi.





Arti geografi menurut para ahli juga membahas hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia dan alam sekitarnya hingga interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya.





Ruang lingkup geografi bisa dibagi menjadi geografi fisik, geografi sosial, dan geografi regional. Beberapa langkah dan metode pembelajaran khusus dalam geografi disebut pendekatan geografis.





Pendekatan Geografi





Pengertian Pendekatan Geografi





Pendekatan geografi adalah langkah dan metode untuk melakukan analisa terhadap berbagai gejala dan fenomena geosfer, termasuk interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.





Beberapa pendekatan geografi didasarkan pada prinsip geografi, yaitu prinsip distribusi, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi.





3 Pendekatan Geografi dan Contohnya





Pendekatan geografi terbagi menjadi 3 macam, yaitu pendekatan keruangan (spasial), pendekatan lingkungan (ekologi), dan pendekatan kompleks wilayah (regional). Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut.





1. Pendekatan Keruangan (Spasial)





Pendekatan keruangan atau spacial analysis merupakan pendekatan yang mempelajari keragaman ruang muka bumi dengan cara menganalisa setiap aspek keruangannya.





Dalam pendekatan ini, peneliti akan mengkaji kesamaan dan perbedaan suatu fenomena geosfer melalui aspek keruangan. Aspek-aspek ruang (spasial geografi) yang dikaji meliputi faktor lokasi, kondisi alam, hingga kondisi sosial budaya masyarakat.





Selain itu, peneliti juga harus memperhatikan distribusi/persebaran, interelasi, hingga interaksinya.





Pendekatan ini diharapkan akan memberi manfaat bagi manusia terkait baik dalam aspek hidrologi, pedologi, dan klimatologi.





Pendekatan Geografi Keruangan




Contoh pendekatan keruangan (spasial) 





Sebidang tanah harganya mahal karena tanahnya subur dan terletak di tempat yang strategis. Kita bisa menilai bahwa nilai tanah berdasarkan produktivitas pertanian dan nilai ruangnya yaitu lokasi strategis.





2. Pendekatan Lingkungan (Ekologi)





Pendekatan lingkungan dilakukan berdasarkan prinsip ilmu biologi, yaitu interaksi yang menonjol antara makhluk hidup dan lingkungannya. Pendekatan ini bertujuan untuk mengkaji fenomena geosfer dengan cara memperhatikan interaksi antara organisme dengan lingkungannya.





Aspek yang diperhatikan dalam pendekatan ini adalah interaksi komponen fisikal (alamiah) dan nonfisik (sosial).





Selain itu, pendekatan lingkungan juga berfokus pada perilaku organisme dan perubahan fenomena lingkungan yang terjadi secara alami tanpa keterkaitan.





Pendekatan Geografi Ekologi




Contoh pendekatan lingkungan (ekologi)





Musibah banjir di suatu daerah. Pada fenomena ini, kita bisa identifikasi melalui beberapa tahapan dalam pendekatan lingkungan untuk menghasilkan solusi suatu masalah.





Identifikasinya meliputi kondisi fisik, sikap, perilaku masyarakat, serta interaksinya. Pertama, identifikasi fisik dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan yang mengakibatkan terjadinya banjir. Misalnya seperti kondisi bangunan, curah hujan, hingga jenis tanah di daerah tersebut.





Lalu identifikasi sikap dan perilaku masyarakat dilakukan untuk mengetahui aktivitas masyarakat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. Misalnya pembuangan sampah, penggundulan hutan, alih fungsi lahan pertanian, hingga pola pemukiman di daerah tersebut.





Terakhir, analisa interaksi ekologi hubungan antara identifikasi fisik dan sikap dilakukan untuk menemukan solusi masalah.





3. Pendekatan Kompleks Wilayah (Regional)





Pendekatan kompleks wilayah membandingkan beberapa kawasan di permukaan bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan secara komprehensif. Pada dasarnya, pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan spasial dan ekologi.





Pendekatan ini memperhatikan perbedaan karakteristik atau diferensiasi areal pada beberapa wilayah di bumi. Hasil pendekatan studi wilayah tertuang menjadi peta dan dipelajari dalam ilmu kartografi.





Pendekatan Geografi Regional




Contoh pendekatan regional





Dalam membangun rumah, arsitek harus memperhatikan karakteristik wilayahnya. Misalkan untuk membangun rumah di daerah dekat perairan atau rawan banjir, maka dibutuhkan fondasi yang lebih tinggi untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau pasang air laut.





Itulah penjelasan 3 macam pendekatan geografis beserta contohnya. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Konsep Geografi



Sumber gini.com