Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Februari 2021

Viskositas: Pengertian, Koefisien, Rumus Dinamis dan Kinematis


Viskositas merupakan pengukuran dari ketahanan fluida yang diubah baik dengan tegangan maupun tekanan.






Viskositas Di Kehidupan Sehari-hari





Pada kehidupan sehari-hari, viskositas adalah Ketebalan atau pergesekan internal. Oleh karena itu, air yang tipis, memiliki viskositas lebih rendah, sedangkan madu yang tebal, memiliki viskositas yang lebih tinggi.





Berarti, semakin rendah viskositas suatu fluida, semakin besar juga pergerakan dari fluida tersebut.





Viskositas menjelaskan ketahanan internal fluida untuk mengalir dan mungkin dapat dipikirkan sebagai pengukuran dari pergeseran fluida.





Sebagai contoh, magma yang memiliki viskositas yang tinggi menciptakan statovolcano yang tinggi dan curam, sehingga tidak dapat mengalir terlalu jauh sebelum mendingin. 





Sedangkan lava yang memiliki viskositas lebih rendah dari menciptakan volcano yang rendah dan lebar.





Seluruh fluida (kecuali superfluida) memiliki ketahanan dari tekanan, oleh karena itu disebut kental, tetapi fluida yang tidak memiliki ketahanan tekanan dan tegangan disebut fluide ideal.





Koefisien Viskositas





Satuan Internasional (SI) koefisien viskositas adalah Ns/m2/pascal sekon (Pa s). Untuk Satuan cgs (centimeter gram sekon) dan untuk SI koifisien viskositas adalah dyn.s/cm2 = poise (p). Viskositas juga dapat dinyatakan dalam centipoise (cP). 1 cP = 1/1000 P.





Sifat-sifat Zat Cair





Sifat dari zat cair (Wylie, 1992) adalah sebagai berikut:





  • Mempunyai viskositas (kekentalan)
  • Mempunyai rapat masa dan berat jenis.
  • Mempunyai kohesi, adesi dan tegangan permukaan.
  • Jika ruangan lebih besar dari volume zat cair maka akan terbentuk permukaan bebas horizontal yang berhubungan dengan atmosfer.
  • Dapat dianggap tidak termampatkan.




Viskositas Dinamis (mutlak / absolut)





Viskositas absolut (koefisien viskositas mutlak) adalah sebuah ukuran resistensi ineternal.





Viskositas dinamis merupakan gaya tangensial per satuan luas yang dibutuhkan agar dapat memindahkan suatu bidang horisontal ke sebuah bidang lainnya, dalam unit velositas (velocity), ketika mempertahankan jarak dalam sebuah cairan.





Hukum Newton berbunyi: bahwa tegangan geser dalam suatu cairan sebanding dengan laju perubahan kecepatan normal aliran, laju kecepatan ini disebut sebagai gradien kecepatan.





Rumus Viskositas Dinamis





T = µ (dc / dy)





Keterangan :





  • T = Tegangan geser (N/m2)
  • µ = Viskositas dinamis (Ns/m2)
  • dc = satuan kecepatan (m/s)
  • dy = satuan jarak antara (m).




Dalam sistem SI satuan viskositas dinamis satuannya ialah (Ns/m2, Pa s atau kg/(ms), dimana:





1Pa s = 1Ns/m2 = 1kg/(ms)





Jika dinyatakan kedalam satuan metrik sistem CGS (centimeter, gram, seconds / detik)adalah: g/(cm s), dyne s/cm2 atau centipoise (cP), maka:





1 centipoise = 1dyne s/cm2 = 1g/(cm s) = 1/10 Pa s = 1/10 Ns/m2





Untuk pemakaian poise pada viskostatis maka akan menghasilkan angka yang terlalu besar sehingga sering dibagi dengan angka 100 yaitu dalam centipoise (cP), menjadi:





1P = 100cP





1cP = 0,01 poise = 0,01g/(cm s) = 0,001Pascal = 1miliPascal = 0,001Ns/m2





Air pada suhu 20,2C (68,4F) memiliki viskositas mutlak 1 centipoise.





Zat zat lainnya dapat kita lihat pada tabel dibawah ini:





ZatViskositas absolute
Udara1,983 × 10-5
Air1 × 10-3
Minyak zaitun1 × 10-1
Gliserin1 × 10
Madu cair1 × 101
Emas cair1 × 102
Kaca1 × 1040




Viskositas Kinematis





Viskositas kinematis adalah suatu rasio antara viskositas absolut untuk kepadatan (densitas) dengan jumlah dimana tidak ada kekuatan yang terlibat.





Viskostatis kinematik dihitung dengan membagi viskositas absolut cairan dengan densitas massa cairan.





Rumus Viskositas Kinematis





v = µ/ᵨ





Keterangan





  • v = viskositas kinematis satuan (m2/s)
  • µ = viskositas absolut / dinamis satuan (Ns/m2)
  • ᵨ = densitas satuan(kg/m3).




Dalam sistem SI atau (satuan internasional) satuan viskositas kinematis adalah m2/s atau Stoke (St), dimana:





1 st (stoke) = 10-4 m2/s = 1cm2/s





Karena Stoke merupakan satuan unit yang besar maka perlu di bagi dengan angka100, supaya menjadi unit yang lebih kecil, yaitu centiStoke (cSt), dengan begitu maka akan berubah menjadi :





1St = 100cSt





1cSt = 10-6m2/s = 1mm2/s





Berat jenis air pada suhu 20,2C (68,4F) adalah hampir satu dan viskositas kinematik air pada suhu 20,2C (68,4F) adalah praktis 1,0mm2/s (cSt). Lebih tepatnya, viskositas kinematis untuk air pada 20,2C (68,4F) adalah mm2/s (cSt).





Contoh konversi dari viskositas mutlak ke viskositas kinematik dalam satuan imperial adalah :





v = 6,7197 10-4 µ / y





Keterangan:





  • v = viskositas kinematik (ft2/s)
  • µ = viskositas absolut / dinamis (cP)
  • y = berat spesifik (lb/ft3).




Viskositas dan Referensi Suhu





Viskositas dinamis atau kinematik hal itu sangat penting karena tingkat viskositas cairan sangat bergantung dengan suhunya.





Menurut ISO 8217, referensi suhu untuk suatu cairan adalah 100C, dan untuk suatu cairan destilat adalah 40C.





Kesimpulan





Dari penjabaran di atas, dapat ditarik Kesimpulan:





  • Untuk suatu cairan atau fluida, semakin tinggi suhu, viskositas kinematik semakin rendah.
  • Untuk sebuah gas, semakin tinggi suhu, viskositas kinematik semakin tinggi.




Demikian pembahasan tentang VIskositas. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Gaya





Listrik statis





Perpindahan Panas / Kalor





Hukum 1 2 3 Newton



Sumber gini.com

Selasa, 26 Januari 2021

Perubahan Fisika: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya


Contoh Perubahan Fisika





Pengertian Perubahan Fisika





Apa itu perubahan fisika?





Secara umum, perubahan fisika dapat diartikan sebagai perubahan pada zat yang tidak menyebabkan munculnya zat baru. Sifat partikel atau molekul zat pada perubahan fisika masih tetap sama.





Ada banyak sekali contoh perubahan fisika dalam kehidupan nyata yang sering kita alami di sekitar kita. Dalam perubahan fisika, zat tersebut masih memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula.





Sedangkan dalam perubahan kimia, perubahan suatu zat menyebabkan munculnya zat baru.





Dalam perubahan fisika bisa menghasilkan perubahan ukuran, bentuk, wujud, perubahan yang diakibatkan pengeringan & pelarutan, perubahan yang diakibatkan arus listrik atau pemanasan, hingga perubahan pada volume dari suatu benda.





Perbedaan Ciri-Ciri Perubahan Fisika dan Kimia





Baik perubahan fisika maupun perubahan kimia, ada beberapa ciri yang bisa kita amati. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kita bisa mengenali perbedaan antara kedua perubahan tersebut.





Silakan simak perbedaan antara perubahan fisika dan kimia.





Ciri-ciri Perubahan FisikaCiri-ciri Perubahan Kimia
Tidak menghasilkan zat baruMenghasilkan zat baru
Bisa kembali ke bentuk semulaTidak bisa kembali ke bentuk semula
Perubahan hanya terjadi pada wujudnyaTerjadi perubahan pada molekul
Sifat partikel tetap samasifat zat berbeda dengan sifat penyusunnya
Bisa terjadi karena proses pemanasan 




Perubahan Fisika




Contoh Perubahan Fisika Dalam Kehidupan Nyata





Apa saja contoh perubahan fisika di kehidupan nyata?





Jika kita perhatikan, ada banyak sekali contoh perubahan fisika yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita.





Contoh perubahan fisika yang sering terjadi misalnya kayu yang dibuat menjadi peralatan rumah tangga contohnya meja & kursi. Meja & kursi masih mempunyai sifat-sifat kayu & dari proses pembuatan hanya menghasilkan perubahan bentuk. Meja & kursi itu sendiri masih memiliki wujud kayu.





Kejadian ini cocok dengan ciri-ciri perubahan fisika, yaitu hanya mengubah wujudnya saja & memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula.





Contoh lain dari perubahan fisika yang paling umum adalah saat es batu mencair. Es batu merupakan benda padat, tetapi setelah proses mencair, benda berubah menjadi air yang termasuk benda cair. Es yang sudah mencair menjadi air masih memungkinkan untuk kembali menjadi es batu lagi jika dibekukan di dalam kulkas.





Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa contoh perubahan fisika yang kita alamai dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita beserta proses yang menyebabkan perubahan fisika.





Perubahan FisikaProses Yang Dialami
Es batu menjadi airMencair
Kayu menjadi meja & kursiPengolahan
Lilin menjadi air saat dibakarMeleleh
Gula menjadi air gulaLarut
Benang menjadi kainPengolahan
Kain menjadi bajuPengolahan
Tanah liat menjadi genteng atau batu bataPengolahan
Air menjadi uap saat dipanaskanMenguap
Plastisin menjadi mainanPengolahan
Kertas menjadi mainanPengolahan
Es krim menjadi airMencair
Plastik menjadi hiasan dindingPengolahan
Logam besi menjadi kerajinanPengolahan
Besi menjadi pagarPengolahan
Biji kopi jadi bubuk kopiPengolahan
Air raksa menjadi uap Menguap
Garam menjadi air asinLarut
Beras menjadi tepungPengolahan
Kapur menjadi gasMenyublim
Air menjadi es batuMembeku
Tepung menjadi bahan memasakPengolahan
Alumunium menjadi sendok & garpuPengolahan
Uap air menjadi embunMengembun
Bambu menjadi kerajinan tanganPengolahan
Batu menjadi Kerikil setelah penumbukanPengolahan
Balon menjadi besar setelah ditiup Pengolahan
Air & pewarna gula menjadi agar-agarPengolahan




Demikian pembahasan tentang perubahan fisika mulai dari pengertian, sifat-sifat, ciri-ciri, hingga beberapa contoh perubahan fisika dan prosesnya.





Selain hal yang disebutkan di atas, ada banyak perubahan fisika lain yang bisa anda temui dalam kehidupan sehari-hari di sekitar anda. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Frekuensi





Perpindahan Panas / Kalor





Hukum 1 2 3 Newton





Listrik statis





Gaya



Sumber gini.com

Sabtu, 23 Januari 2021

Besaran Pokok dan Turunan: Pengertian, Nama, dan Satuan


Di pertemuan kali ini kita akan membahas tentang rumus besaran pokok dan besaran turunan. Langsung saja simak pembahasannya di bawah.






Pengertian Besaran dan Satuan





Besaran merupakan sesuatu yang bisa diukur dan memiliki hasil yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka (kuantitatif).





Dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali mengukur benda dengan besaran yang memiliki satuannya masing-masing dengan membandingkan suatu besaran dengan suatu standar.





Sedangkan satuan merupakan nama / sebutan yang digunakan untuk mengukur suatu besaran, misalnya second (s) / detik dalam pengukuran waktu. Setiap besaran memiliki satuannya masing-masing.





Berdasarkan satuannya, besaran terbagi atas dua jenis, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.





Besaran Pokok dan Besaran Turunan




Pengertian Besaran Pokok





Besaran Pokok merupakan besaran yang memiliki satuan yang sudah ditentukan terlebih dahulu (hasil kesepakatan para fisikawan zaman dulu). Dalam fisika, ada 7 besaran pokok. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak penjabarannya di tabel besaran pokok berikut.





Tabel Besaran Pokok Satuan Internasional (SI)





Nama BesaranSimbol BesaranNama SatuanSimbol Satuan
Panjanglmeterm
Massamkilogramkg
Waktutseconds
SuhuTkelvinK
Kuat Arusi ampereA
Intensitas Cahayalncandelacd
Jumlah Zat / Molekulnmolemol




Pengertian Besaran Turunan





Besaran Turunan merupakan besaran yang satuannya diturunkan dari beberapa besaran pokok sebagai penyusunnya. Berikut adalah beberapa besaran turunan.





Tabel Besaran Turunan Satuan Internasional (SI)





Nama BesaranSimbol BesaranRumusSimbol RumusSatuanSimbol Satuan
LuasLpanjang × lebarp × lMeter Persegim2
VolumeVpanjang × lebar × tinggip × l × tMeter Kubikm3
Kecepatanvperpindahan / waktus / tMeter per Sekonm/s
Percepatanakecepatan / waktuv / tMeter per Sekon Kuadratm/s2
GayaFmassa / percepatanm / aNewtonkg m/s2 (N)
Massa Jenisρmassa / volumem / VKilogram per Meter Kubikkg / m3
TekananPgaya / luasF / Lpascal kg/m s2(Pa)
UsahaWgaya × perpindahanF / sJoulekg m2/s2(J)
DayaPusaha / waktuW / tWattkg m2/s3(W)




Demikian pembahasan tentang besaran pokok dan besaran turunan. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Perubahan Fisika





Frekuensi





Perpindahan Panas / Kalor





Viskositas





Hukum 1 2 3 Newton



Sumber gini.com

Minggu, 17 Januari 2021

Hukum 1 2 3 Newton: Pengertian, Bunyi Hukum, dan Rumus


Perlu kalian ketahui bahwa hukum newton ada 3 dan biasanya disebut hukum 1, 2 dan 3 newton. Simak penjelasan berikut ini.






Pengertian Hukum Newton





Hukum newton merupakan tiga hukum fisika sebagai dasar mekanika klasik menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda bergerak.





Hampir semua rumus fisika berhubungan dengan gerak mulai dari jarak ataupun ketinggian. Sehingga hukum newton ini sangat penting dipelajari.





Suatu benda yang bergerak tidak bisa dijelaskan dengan logika, tetapi jika menggunakan hukum newton dapat dihitung berapa kecepatan serta jaraknya.





Benda jatuh dari atas kebawah, atau perpindahan benda dari suatu titik ke titik lain dapat diartikan bahwa benda itu bergerak atau berpindah tempat.





Bunyi Hukum Newton





Hukum 1 Newton





Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap.





Rumus Hukum 1 Newton





Σ F = 0





Contoh Hukum 1 Newton




  • Saat menaiki bus yang bergerak cepat kemudian direm, penumpang akan terdorong kedepan.
  • Bus yang berjalan pelan kemudian mendadak menaikkan kecepatan, maka penumpang akan tercondong ke belakang.
  • Koin yang diletakkan di atas kertas, lalu kertas tersebut ditarik secara cepat, maka koin tersebut akan tetap.








Hukum 2 Newton





Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya.





Rumus Hukum 2 Newton





Hukum 2 Newton




Keterangan:





  • Σ F = Resultan Gaya (N)
  • F = Gaya (N)
  • m = massa (kg)
  • a = percepatan (m/s2)




Contoh Hukum 2 Newton




  • Menarik gerobak untuk mengangkut beras dari sawah ke rumah.
  • Mobil-mobil yang ditarik dengan gaya yang sama, mobil yang massanya lebih besar (ada beban) percepatannya lebih kecil.
  • Mobil-mobil dengan massa yang sama jika ditarik dengan gaya yang lebih besar akan mengalami percepatan yang lebih besar pula.
  • Mengiring bola pada permukaan datar








Hukum 3 Newton





Jika suatu benda memberikan gaya pada benda lain maka benda yang dikenai gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan.





Rumus Hukum 3 Newton





Rumus hukum 3 newton ada tiga yaitu gaya gesek, gaya berat dan gaya sejenis.





Rumus Gaya Gesek





Fg = µ × N





Keterangan





  • Fg =Gaya gesek (N)
  • µ = Koefisien gesekan
  • N = Gaya Normal (N)




Rumus Gaya Berat





w = m × g





Keterangan





  • w =Gaya berat (N)
  • m = massa benda (kg)
  • g = Gaya gravitas (m/s2)




Berat Jenis





s = p × g atau  s = w / V





Keterangan





  • s =berat jenis (N/m3)
  • p = massa jenis (kg/m3)
  • g = Gaya gravitas (m/s2)
  • w = gaya berat (N)
  • V = Volume benda (m3)




Pelajari Lebih Lanjut





Perpindahan Panas / Kalor





Listrik Statis





Gaya





Viskositas



Sumber gini.com

Jumat, 15 Januari 2021

Kecepatan, Jarak, & Waktu (Rumus & Contoh Soalnya)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Kecepatan, Jarak, dan waktu mulai dari pengertian, hubungannya, rumus, hingga contoh soalnya. Berikut penjelasannya






Pengertian Kecepatan, Jarak, & Waktu





Kecepatan adalah nilai yang mempresentasikan seberapa cepat suatu benda melakukan atau mengalami perpindahan. Satuan internasioanl (SI) dari besaran Kecepatan adalah m/s.





Jarak adalah nilai yang mempresentasikan seberapa jauh benda mengalami perubahan posisi. Satuan internasional (SI) dari Jarak adalah meter (m).





Waktu adalah interval antara 2 buah kondisi, misalnya lama berlangsungnya suatu peristiwa. Satuan dari Waktu adalah detik atau sekon (s).





Besaran dari kecepatan, jarak, dan waktu bisa berbeda tergantung yang diketahui.





Rumus Kecepatan, Jarak, dan Waktu





Rumus Kecepatan





Secara umum, kecepatan dihitung dengan membagi jarak tempuh dengan waktu tempuh. Berikut ini rumus kecepatan. Rumus kecepatan disimbolkan sebagai berikut.





v = s / t





Keterangan :





  • v = Kecepatan (m/s)
  • s = Jarak yang ditempuh (m)
  • t = Waktu tempuh (s)




Berdasarkan rumus kecepatan, rumus jarak dan waktu adalah sebagai berikut.





Rumus Jarak





Secara umum, jarak tempuh dihitung dengan mengalikan kecepatan dengan waktu tempuh. Rumus jarak disimbolkan sebagai berikut.





s = v x t





Rumus Waktu





Secara umum, waktu dihitung dengan membagi jarak tempuh dengan kecepatan. Rumus waktu disimbolkan sebagai berikut.





t = s / v





Rumus Kecepatan Rata-Rata





Jika terdapat lebih dari 1 benda dengan kecepatan, jarak tempuh, dan waktu tempuh yang bervariasi, maka cara menghitung kecepatan rata-ratanya adalah sebagai berikut.





Rumus Kecepatan Rata Rata




Contoh Soal Kecepatan, Jarak, & Waktu




Contoh Soal 1




Motor Rudi menempuh jarak 500 meter dalam waktu 50 detik. Berapa kecepatan motor Rudi?





Diketahui:





s = 500 m





t = 50 s





Ditanya v=?





Penyelesaian





v = s / t





v = 500m / 50s





v = 10 m/s





jadi kecepatan motor Rudi adalah 5 m/s








Contoh Soal 2




Lia mengayuh sepeda dengan kecepatan 4 m/s. Berapa lama waktu yang dibutuhkan Lia untuk menempuh jarak 360 meter?





Diketahui





v = 4 m/s





s = 350 m





ditanya t = ?





Penyelesaian





t = s / v





t = 360m / (4 m/s)





t = 90 s





Jadi waktu yang dibutuhkan Lia adalah 90 sekon.








Contoh Soal 3




Diketahui jarak dari kota J ke kota S adalah 800 km, Sinta mengemudikan mobil dari kota J ke kota S selama 12,5 jam. Berapakah kecepatan mobil Sinta dalam perjalanan tersebut?





Diketahui:





Jarak kota J ke kota S adalah 800 km





Waktu tempuhnya (t) adalah selama 12,5 jam.





Ditanya: v = ?





Penyelesaian





v = s / t





v = 800 km / 12,5 jam





v = 64 km/jam





Jadi, Kecepatan mobil Sinta adalah 64 km/jam.









Demikian pembahasan tentang kecepatan, jarak, & waktu. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Debit Air





Kalor Jenis





Tekanan Hidrostatis





Besaran Pokok dan Turunan





Perubahan Fisika



Sumber gini.com

Minggu, 10 Januari 2021

Amplitudo (Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Soal)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang amplitudo mulai dari pengertian, rumus, hingga contoh soalnya. Yuk simak penjelasannya berikut.






Pengertian Amplitudo





Apa yang dimaksud dengan Amplitudo ? Amplitudo adalah pengukuran skalar non negatif dari besar osilasi gelombang.





Amplitudo bisa juga diartikan sebagai simpangan atau jarak terjauh dari titik kesetimbangan dalam gelombang sinusoide.





Dalam SI (sistem internasional) Amplitudo disimbolkan dengan huruf (A) dan menggunakan satuan meter (m).





Jenis Jenis Amplitudo





Secara umum, Amplitudo dibagi menjadi 3 jenis utama, yakni sebagai berikut.





  1. Amplitudo yang mempunyai pengukuran skalar non-negatif dari osilasi gelombang.
  2. Amplitudo yang mempunyai jarak terjauh dari titik kesetimbangan gelombang sinusoide.
  3. Amplitudo yang mempunyai simpangan terbesar dan terjauh dari titik keseimbangan getaran dan gelombang.




Rumus Amplitudo





Rumus Amplitudo merupakan sampingan dari rumus periode getaran berikut:





T = t/n





Keterangan:





  • T = Periode (s)
  • t = waktu melakukan getaran (s)
  • n = banyaknya getaran




Rumus Amplitudo berhubungan dengan rumus frekuensi getar. Mari kita perhatikan rumus frekuensi berikut.





f = n/t





Keterangan:





  • f = frekuensi getaran (Hz)




Berdasarkan 2 rumus di atas, dapat kita simpulkan hubungan antara frekuensi dan amplitudo adalah :





f = 1/T atau T = 1/f





Contoh Soal Amplitudo




Contoh Soal




Diketahui sebuah senar gitar bergetar sebanyak = 120 kali dalam = 1 menit. Berapa periode getar senar gitar tersebut?





Diketahui :





n = 120





t = 1 menit = 60 sekon





Ditanya : T =…?





Jawab:





T = t/n





T = 60s/120





T = 1s/2 = 0,5s





Jadi, periode getar senar gitar tersebut adalah 0,5 sekon









Demikian pembahasan tentang Amplitudo. Semoga bermanfaat.



Sumber gini.com

Perpindahan Panas / Kalor: Pengertian, Macam-macam, Rumus


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang perpindahan panas atau biasa disebut juga perpindahan kalor secara detail dan lengkap mulai dari pengertian, macam – macam, sifat – sifat, rumus perpindahan kalor.






Pengertian Perpindahan





Perpindahan yaitu sebuah perubahan kedudukan suatu benda setelah bergerak selama selang waktu tertentu.





Perpindahan dapat dikatakan besaran vektor sehingga selain memiliki besar juga memiliki arah.





Pengertian Perpindahan Panas





Perpindahan Panas merupakan salah satu dari displinnya ilmu teknik termal yang juga mempelajari cara menghasilkan panas, menggunakan panas, mengubah panas, dan menukarkan panas di antara sistem fisik.





Konduksi termal merupakan pertukaran mikroskopis langsung dari energi kinetik partikel melalui batas antara dua sistem.





Perpindahan Kalor (Panas) terbagi atas konduksi, konveksi, dan radiasi. Panas atau kalor adalah energi yang berpindah dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.





Benda yang tidak bisa menghantarkan suatu panas yaitu disebut Isolator.





Macam – Macam Perpindahan Panas (Kalor)





Perpindahan Panas (Kalor) juga memiliki macam – macamnya, yaitu antara lain :





1. Konduksi





Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan. Konduksi pada suatu zat tidak disertai dengan perpindahan partikel – partikelnya.





Contoh Terjadinya Konduksi




  • Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan.
  • Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh karena panas.
  • Tutup panci akan menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air.
  • Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda dipanaskan, misalnya ketika saat kita memegang kembang api yang sedang dibakar.








2. Konveksi





Konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut berpindah. Jika partikelnya berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, maka akan terjadilah konveksi.





Konveksi terjadi pada zat cair dan gas (udara/angin).





Contoh Terjadinya Konveksi




  • Terjadinya angin darat dan angin laut.
  • Gerakan balon udara.
  • Gerakan naik dan turun air ketika saat dipanaskan.
  • Asap cerobong pabrik yang membumbung tinggi.
  • Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya pada saat dipanaskan.








3. Radiasi





Radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara. Radiasi juga biasanya dapat disertai cahaya.





Contoh Terjadinya Radiasi




  • Menetaskan telur unggas dengan lampu.
  • Tubuh terasa hangat pada saat berada di dekat sumber api.
  • Pakaian menjadi kering ketika dijemur di bawah terik matahari.
  • Panas matahari sampai ke bumi walau hanya melalui ruang hampa.








Rumus Perpindahan Panas (Kalor)





Perpindahan Panas (Kalor) juga memiliki rumus – rumusnya, yaitu antara lain :





Konduksi Laju Kalor = Q/t = kA (T2 – T1)/x
Konveksi Laju Kalor = Q/t = hA (T2 – T1)
Radiasi Laju Kalor = Q/t = σeAT4




Itulah pembahasan lengkap tentang perpindahan panas (kalor) seperti macam – macamnya konduksi, konveksi, dan radiasi beserta rumus. semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Hukum 1 2 3 Newton





Listrik Statis





Gaya





Viskositas



Sumber gini.com