Senin, 22 Juni 2020

Sejarah Industri Tekstil Dunia

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*behavior:url(#ieooui) /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400; Pada artikel kali ini aku akan menawarkan sedikit info mengenai sejarah industri teksil,   goresan pena ini aku mampu dari buku karya Hj. Enny kriswati syahrul yang berjudul seni bordir pemikiran simpel untuk pemula dan di terbitkan oleh penerbit humaniora, siapa tahu Anda membutuhkan untuk menambah-nambah pengetahuan. Pada awalnya kata tekstil yang berasal dari bahasa latin texere memiliki arti menenun atau merajut di maksudkan untuk menjelaskan kain yang terbuat dari serabut yang di tenun. Kini signifikansi kata texere tersebut sebagian besar di kaitkan dengan sejumlah jenis kain yang di produksi lewat proses tenun, rajutan dan tekhnik lainnya. Industri tekstil juga menjelaskan tentang usaha-perjuangan pemintalan benang dari serabut atau material sintetis lainnya. Hingga masa dua puluh, semua bahan baku serat yang tersedia untuk tekstil berasal dari bulu binatang, serat tumbuhan, benih serabut yang di semai, atau serat ulat sutra yang di produksi. Serabut yang di sebutkan di atas tergolong serabut organic dan cepat rusak alasannya sering di pakai dan iklim atau hancur alasannya bakteri. Contoh pertama perihal benang dan kain yang pernah di kenal yakni kain yang di temukan di kota robenhausen, Switzerland. Benang dan kain yang di dapatkan itu telah berusia 7 ribu tahun yang terbuat dari serabut rami tua, benang, dan sejenis kain linen. Tanaman kapas yang ialah materi dasar dari kain katun merupakan tumbuhan asli (indigenous plant) yang mampu di dapatkan di india, mesir dan tempat tropis seperti benua Amerika. Di daerah tersebut, serat katun yang yang dibuat dari flora kapas untuk pertama kalinya dipakai untuk kain tekstil bikinan. Dari segi komersil, serat kapas tidak mempunyai arti penting di eropa sampai semangat imperialisme kolonialisme dunia   baru mulai di jalankan. Kultur pengerjaan serat sutera tinggal ialah peninggalan rakyat cina yang telah mengenal tekhnik sulam sejam 2600 SM hingga abad enam ketika ulat sutra untuk pertama kalinya di perkenalkan oleh imperium bizantium. Munculnya cita-cita berpengaruh untuk memperoleh seabut yang mirip sutra mengirimkan pada upaya pengembangan rayon (1891) serabut produksi yang pertama kali di produksi dan beberapa serabut pengganti seperti nilon (1939), serta aneka macam produk serat polyester lainnya. Sebagian besar serat buatan itu di produksi dengan memaksakan penggunaan materi kimia yang telah lewat polimerisasi dengan pemberian spinneret adalah alat pemercik dan pengeras materi yang menciptakan kawat pijar dalam rendaman bahan kimia. Serat bikinan itu mengganti industri tekstil secara radikal, pengembangan serat produksi tersebut ternyata berhasil menghemat ajakan dunia kepada keperluan serat alami sehingga dengan sangat meyakinkan, serat produksi itu sukses di perluas area pemasarannya dan sasaran pemakaiannya, misalnya serat bikinan sudah mampu di gunakan untuk bahan baku ban mobil. Sistem pabrikan tekstil dan menggagas revolusi industri tekstil yang menyeluruh. Busana yang dibentuk oleh para koloni ameriak itu terjadi sejak hadirnya pakaian gilingan di Massachusetts pada 1638. masa pengelolaan usaha tekstil yang kian maju di gagas pertama kali oleh orang-orang inggris. Samuel slater, pencetus industri pertekstilan di inggris, merekayasa ulang pengerjaan mesin pemintal di providence, inggris, pada 1790 yang menjadi pioneer bagi inovasi mesin pemintal berikutnya. Tiga tahun sebelumnya, eli whitney berhasil menghasilkan kain tenun dan dengan segera gagasan itu meningkatkan seruan tentang kain katun di beberapa daerah di inggris. Pabrik-pabrik yang memproduksi kain katun mulai menyebar di seluruh Negara bagian Amerika serikat. Penyempurnaan fungsi mesin jahit mulai di kerjakan di sepanjang pertengahan masa Sembilan belas seiring dengan semakin meningkatnya ajakan kain katun. Hal ini meningkatkan kompetisi dan rivalitas antara industri pertekstilan di Amerika serikat dan inggris. Setelah perang dunia II, industri tekstil mengalami penurunan yang sungguh signifikan nyaris di seluruh dunia akhir pertempuran itu. Keadaan ini terus berlanjut sampai bertahun-tahun berikutnya sehingga banyak industri sekstil Amerika serikat yang gulung tikar dan hijrah dari inggris. Ada banyak pabrik baru yang kemudian memproduksi serat sintetis secara pribadi, produksi ini sudah mulai dibentuk di Negara bgagian tenggara dan laut atlantik Amerika serikat. Pemintalan dan perajutan kain katun yang membentuk kota-kota industri di Massachusetts dan new Hampshire terdadi sepanjang kurun Sembilan belas dan awal masa dua puluh. Pada saat yang sama, bikinan tekstil mulai melaksanakan ekspansi ke luar daerah inggris dan Amerika serikat. Usaha tekstil mulai merambah secara luas di daerah cina, Taiwan, jepang dan korea selatan sehingga Negara-negara di asia timur itu menjadi pesaing bagi industri tekstil di Amerika serikat dan eropa. Pembatasan kuota dan tariff tekstil sering kali di tawarkan oleh Negara-negara yang melihat perkembangan industri   tekstil di asia sebagai tantangan. Untuk mengantisipasi rendahnya harga tekstil dari luar negeri, industri tekstil di Amerika serikat menetapkan kuota secara otomatis. Juga upaya komputerisasi dalam pengontrolan mutu produk dan harga dijalankan supaya menang dalam kompetisi Demikanlah sejarah industri tekstil dunia yang bisa saya sampaikan pada postingan ini semoga berfaedah dalam memperbesar pengetahuan Anda. Dan terima kasih atas kunjungannya. Silahkan membaca postingan aku yang yang lain.
Sumber https://penjahitgoblog.blogspot.com


EmoticonEmoticon