Rabu, 08 Januari 2020

Cara Berbisnis dengan Modal Dengkul ya Bisnis Online!!

Setiap orang memiliki

pemahaman berbeda dalam menjalankan bisnis. Ada yang berpandangan untuk berbisnis

harus punya modal dalam bentuk uang. Padahal tidak selamanya memulai bisnis itu

menggunakan uang yang banyak. Modal paling berharga adalah diri kita sendiri

dan melibatkan Tuhan YME.


Dalam berbisnis yang paling

utama yaitu memiliki produk atau keterampilan (skill), karena hal-hal itulah

yang nantinya akan Anda jual.


Bagaimana jika belum punya

produk atau belum ada keterampilan?


Ya kita harus optimis gunakan

produk atau skill orang lain. Jadilah affiliate marketing alias makelar online

terlebih dahulu. Syukur-syukur ternyata Anda sudah punya (menemukan passion)

skill semisal memasak, ilmu memijit atau bahkan jadi tenaga serabutan.


Bagi yang belum punya produk,

gunakanlah produk orang lain (produsen). Kepada produsen utarakan Anda ingin

jualan produk itu. Gunakan katalog digital yang berupa gambar atau video untuk

jualan Anda. Jika tidak ada, gunakan smartphone Anda untuk memotret produk, kemudian

membuat katalog.











Cara Berbisnis dengan Modal Dengkul
Source via google/*harafiah


Sekarang saatnya untuk

menjajakan produk Anda secana online.


Media paling mudah dan gratis

adalah internet. Jaman sekarang banyak yang berikan fasilitas internet gratis

semisal wifi corner milik Telkom. Melalui smartphone, upload foto-foto produk

itu dan jajakan melalui marketplace gratisan seperti Tokopedia, BukaLapak,

UKMplasa.com, yukbisnis.com, indonetwork.co.id, tdamart.com dan lainnya.

Gunakan pula iklan gratis seperti olx.


Anda harus sebarkan produk itu

melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Google+ dan Instagram. Ikuti

pula forum-forum online seperti kaskus.co.id, detik, viva, kompas dan lainnya.

Cantumkan nomor kontak dan email Anda. Atur waktu sehari 2 atau 3 kali untuk

cek email. Dimana? Ya di wifi corner tadi.


Bagaimana cara berjualan bagi

yang punya skill?


Gunakan metode diatas juga.

Basis jualan gunakan teknologi internet. Bagaimana jika tidak punya motor untuk

ke produsen dan ke wifi corner? Ya jalan kaki! Bisa juga pinjam motor teman, dibayar

dengan janji. Suatu saat jika bisnis sukses bensin nya akan dibayar.

 

Jadi gunakan otak untuk berfikir inovasi,

bernegosiasi dan mencari solusi. Gunakan dengkul untuk pergerakan Anda dan

maksimalkan fungsi raga lainnya untuk mendukung bisnis.


Libatkan Tuhan YME dan

peraturan hidupNya di dunia untuk dongkrak perjalanan bisnis Anda. Setelah

berusaha keras gunakan otak dan dengkul, curhatlah kepadaNya. Mintalah dalam

doa dan berbagilah kepada sesama, niscaya Tuhan akan mempermudah urusan Anda.


Lambat laun bisnis Anda

menghasilkan profit. Gunakan uang itu untuk pengembangan bisnis dan untuk

kebutuhan hidup Anda. Pengembangan bisnis semisal membuat website profesional

sebagai senjata utama di bisnis online, iklan marketing, kemudian cari staf,

sewa kantor, mobil operasional dan lainnya.


Contoh nyata dari cerita

Founder BOC saat membantu wujudkan skill memasak istri menjadi bisnis catering.

Beliau yang selain sudah berbisnis IT, juga buatkan istri website berjualan

catering di Bali bernama cateringmurahbali.com.


Semua pelanggan datangnya dari

online. Modal awal adalah dari DP pelanggan, dibelanjakan bahan baku kemudian

dimasak. Peralatan catering bisa sewa begitupun mobil. Bisnis catering ini

masih berjalan hingga sekarang bahkan sudah mulai berkembang.


Jika Anda hobi menulis, maka

langkah terbaik untuk memulainya adalah membuat blog, mengisinya dengan artikel

berkualitas, kemudian mempromosikannya. Setelah memiliki pengunjung yang

banyak, semisal 1000 visitor perhari, mulailah memonetisasi dengan google adsense

atau periklanan lainnya.


Barangkali Anda yang akan

sukses berikutnya dengan skill, produk dan cara Anda sendiri lewat jalur

online, mengapa tidak?

 



Jadi, tidak ada yang tidak

mungkin di dunia ini. Asal kita mau berusaha maka keadaan akan berubah. Selamat

berjuang dan salam entrepreneur!



Sumber er.com


EmoticonEmoticon