Jumat, 03 Januari 2020

Bioskop Gorontalo XXI Mantapkan Layanan Sebagai Satu-Satunya Bioskop Andalan

Tak banyak orang tahu bahwa Gorontalo telah menjadi propinsi

sendiri setelah tahun 2000. Dan, tak ada yang mengira pula bahwa kota yang kaya

akan wisata alam yang cantik ini juga memiliki pembangunan infrastruktur yang

bagus di ibukotanya, yakni Gorontalo. Sebelumnya, kota Gorontalo merupakan

salah satu kota di propinsi Sulawesi Utara. Perkembangannya pun jauh dari

ibukota Sulawesi Utara, Manado.


Kini, kota Gorontalo berkembang cukup pesat, meski pemerintah

daerah tetap menggalakkan wisata-wisata alam yang terletak di pinggiran kota. Jika

diperhatikan, memang kota Gorontalo tak seramai ibukota-ibukota di Sulawesi. Hal

ini dikarenakan pusat perekonomian propinsi ini bukan dari sektor perdagangan

di kota, tetapi dari pariwisata. Karena itulah, sektor pariwisata semakin

digalakkan sehingga kunjungan ke kota Gorontalo serta hotel-hotel di kota ini

semakin meningkat.



Bioskop Gorontalo XXI


Sebagai ibukota propinsi, absennya pusat perbelanjaan terasa

‘aneh’. Keberadaan pusat perbelanjaan di kota Gorontalo pun diawali oleh

dibangunnya Gorontalo Mall yang mulai beroperasi pada 2012, dimana proses

pembangunannya memakan waktu kurang lebih tiga tahun. Bisa dibilang, tempat ini

memiliki segalanya yang diinginkan warga Gorontalo. Berada satu lokasi dengan

hotel Maqna, mal ini diisi oleh tenant-tenant yang biasanya ada di kota-kota

besar.


Pastinya, kehadiran bioskop sekelas Cinema XXI pun membuat mal

ini semakin disuka. Jika diperhatikan, tingkat kunjungan mal ini sangat

dipengaruhi dengan jumlah penonton bioskop. Seperti di pertengahan April 2017

kemarin, dimana mal ini semakin padat saat pemutaran perdana “Fast and Furious

8”.


Apalagi film ini juga masih diputar hingga libur panjang

akhir pekan pada tanggal 14 hingga 16 April 2017. Harga tiket juga sama dengan

kebanyakan XXI di seluruh Indonesia yakni Rp 35.000 untuk hari Senin hingga

Kamis, Rp 40.000 untuk hari Jumat, serta Rp 50.000 di akhir pekan.


Antusiasme penonton memang sudah terlihat sejak bioskop ini

dibuka pada tahun 2014, dua tahun setelah Gorontalo Mall

beroperasi. Tidak seperti bioskop-bioskop lain yang beroperasi secara bersamaan

dengan mal yang baru dibuka, Gorontalo XXI diperkenalkan kepada publik setelah pihak

manajemen mal menerima banyak masukan dari mayoritas pengunjung untuk

mendirikan bioskop sekelas XXI. Permintaan mereka pun terwujud.



Tidak tanggung-tanggung, ada lima studio deluxe di bioskop

ini. Pada awalnya, jumlah tersebut dianggap terlalu banyak untuk sebuah pusat

perbelanjaan yang ada di kota kecil. Kenyataannya, keenam studio tersebut tak

pernah terlihat sepi, apalagi jika ada film-film terbaru dari Hollywood yang

sering sekali dipromosikan di berbagai sosial media. Meski belum ada

promo-promo diskon harga tiket masuk, namun hal ini tak mengurangi antusiasme

pengunjung bioskop.


Bioskop Gorontalo XXI



Tetapi, respon paling antusias dari mayoritas warga kota

Gorontalo dan kota-kota di sekitarnya adalah film Indonesia. Sejauh ini, film

yang paling lama diputar adalah film anak negeri, terutama film horor. Hingga

minggu ketiga bulan April 2017, film terbaru “Danur: I Can See Ghosts” masih

bertahan di satu studio Gorontalo XXI.


Terhitung telah empat pekan film ini diputar, bersamaan

dengan “The Fate of the Furious” alias sekuel ke delapan dari “Fast and

Furious” dan “The Guys” yang baru diputar kurang lebih sepekan.


Bisa jadi, Gorontalo XXI makin dibanjiri pengunjung di akhir

bulan April 2017, dimana film-film lokal bakal menyerbu. Terhitung ada empat film Indonesia

terbaru
yang akan ditayangkan di minggu ketiga dan keempat bulan April

2017. Film-film tersebut adalah “Kartini”, “Mengejar Halal”, “Hitam dan Putih”,

dan “The Curse”.


Dengan lima studio yang ada, Gorontalo XXI dirasa cukup

menghibur. Mungkin belum akan ada rencana untuk membangun studio The Premiere

dalam dua tahun ke depan. Namun, perkembangan kota Gorontalo yang semakin pesat

setelah peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dalam lima tahun terakhir,

akan menjadi alasan bagi pemilik Cinema 21 untuk menambah studio The Premiere

di Gorontalo XXI.




Sumber er.com


EmoticonEmoticon